Mungkin ini tips yang mudah. Namun, kita sering kali melupakanya. jadi, karena lupa, waktu bersepeda diakhir pekan, ketika dikayuh sepeda anda mengeluarkan bunyi ‘cit-cit’ atau ‘kretek-kretek’. Itu tandanya rantai kering, atau kotor. Dan hati-hati, jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, rantai bisa ‘getas’ dan kalau putus di tengah trek bikin susah bukan ?

Jadi, simaklah baik-baik berikut ini.
Teknik Membersihkan Rantai Sepeda yang pertama. Dan inilah yang harus kita lakukan.
  1. Semprot rantai dengan chain cleaner, tujuannya adalah untuk ‘merontokkan’ bekas pelumas lama yang telah bercampur dengan debu dan pasir sehingga membuat rantai kotor. Nah di sinilah fungsi chain cleaner. Ada sebagian pesepeda yang berpendapat jauhi chain cleaner untuk membersihkan rantai karena ini yang bikin rantai kering. sebetulnya penggunaan chain cleaner tidak masalah jika langkah berikutnya kita lakukan. Setelah didiamkan 2 - 3 menit, semprot dengan kucuran air, sikat sampai bersih dan terlihat mengkilat. Selain menggunakan chain cleaner pada rantai, bagian cassete juga memerlukan larutan ini. Setelah semprotan air kita lakukan, kemudian lap menggunakan kain kering sampai kering.
  2. Tahap terakhir adalah semprot rantai dan cassete dengan chain lube. Pelumas khusus rantai lebih dianjurkan karena pelumas jenis ini akan meninggalkan lapisan tipis silicon, tidak menjadi kering dan kesat setelah waktu yang lama. Tidak dianjurkan menggunakan pelumas dengan kandungan wax karena sifatnya yang nampak kering/tidak basah yang justru mengundang debu cepat menempel pada rantai.
Cara Membersihkan Rantai di atas cukup simpel bukan ?. Namun demikian, ada lagi lho yang lebih praktis lagi. Teknik kedua ini bisa digunakan karena teknik sebelumnya perlu waktu banyak untuk membersihkan kotoran di sela-sela pin rantai sepeda. Oleh sebab itu, Yuk kita simak Tips Membersihkan Rantai Sepeda kedua berikut ini.
  1. Lepas rantai menggunakan chain cutter.
  2. masukkan rantai ke wadah plastik yang telah diisi dengan bensin setinggi 3-5cm. aduk-aduk dengan tangan agar melekat dengan rantai dengan sempurna biarkan beberapa saat agar bensin dalam wadah merontokkan kotoran yang melekat pada rantai sepeda.
  3. keluarkan, dan lap rantai dengan kain kering, (sebelum memasang rantai, pastikan anda juga membersihkan cassetenya) dan pasang kembali rantai pada sepeda.
    Sangat simpel bukan ?. Semoga artikel ini bermanfaat, karena dianjurkan untuk ditiru.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sepeda atau kereta angin adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya.
Tidak diketahui pasti bagaimana penciptaan sepeda yang sebenarnya. Ada yang menyebutkan bahwa sepeda sudah dibuat pada sekira tahun 1490-an dengan merujuk pada sketsa sepeda milik salah seorang murid Leonardo Da Vinci, yaitu Gian Giacomo Caprotti. Namun, penemuan itu masih pro dan kontra. Begitu pula dengan anggapan bahwa sepeda mulai ada di Prancis sejak awal abad ke-18. Sepeda saat itu adalah moda transportasi beroda dua tanpa mesin dengan konstruksi yang masih sederhana. Beberapa menyebutnya tanpa engkol dan tanpa setang, tetapi ada juga yang menyebutnya sudah memiliki engkol dan setang dari bahan kayu.
Dari beberapa catatan, sepeda yang dianggap ada pertama kali adalah yang dibuat pada sekira 1790 oleh seorang warga negara Prancis, yaitu Comte Mede de Sivrac. Sepeda ini mirip dengan skuter kayu yang belum memiliki pedal atau setang, dinamakan celerifere. Model yang mirip dengan tambahan setang pada roda depan diciptakan oleh seorang warga negara Jerman paga 1816, yaitu Baron Karl von Drais de Sauerbrun. Sepeda ini disebutnya Draisienne yang kemudian jauh lebih populer dan dikenal dengan istilah the hobby horse.
Kedua jenis sepeda ini cara menggunakannya sama, yaitu pengendara duduk di antara kedua roda yang besar dan ukurannya sama, lalu menggunakan kaki yang menapak pada tanah untuk mendorongnya, persis penggunaan skuter. Drais kemudian diperkenalkan di Paris pada 1818 dan menjadi populer. Penggunaan sepeda pada waktu itu ramai digunakan melalui perkebunan atau taman, bukan di jalan utama.
Sedangkan penemuan pedal dipercaya milik Kirkpatrick MacMillan, seorang pandai besi dari Skotlandia yang hidup pada 1812-1878. Penemuannya itu dilhami pada pengamatannya tentang penggunaan sepeda yang masih digerakkan dengan menumpukan kaki di tanah pada 1839. Pertanyaan yang mungkin muncul di kepalanya pada saat itu, adalah apakah tidak ada cara lain yang lebih baik dari hanya sekadar memukulkan kaki ke tanah? Ide MacMillan itulah yang kemudian membuat sepeda jauh lebih baik penggunaannya dibanding cara sebelumnya yang cenderung melelahkan.
Akan tetapi, yang menjadi cikal-bakal sepeda modern tampaknya apa yang dibuat oleh pasangan ayah-anak dari Prancis, Pierre dan Ernest Michaux. Mereka berdua berhasil membuat sebuah kendaraan roda dua yang diberi nama vélocipède (si kaki cepat) pada 1867. Sepeda ini telah memiliki dudukan pedal (crank) yang diletakkan pada poros roda depan dan juga pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Di kemudian hari, desain sepeda mereka sampai ke daratan Amerika oleh salah seorang karyawan bernama Pierre Lallement. Lallement mengembangkan bagian roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg), lalu mengklaim desain sepeda prototipenya pada 1863 dan mendapat hak paten di Amerika pada 1866.
Pada 1870, para perakit sepeda kemudian mengembangkan teknologi sehingga sepeda pun dibuat seluruhnya dari bahan metal—tidak lagi kayu. Pedal masih menempel pada poros roda depan tetapi lapisan karet telah diperkenalkan dan dipasang melapisi roda sehingga kenyamanan berkendaraan sepeda pun semakin terasa. Begitu pula dengan desain roda depan yang jauh lebih besar daripada roda belakang membuat lama perjalanan jauh lebih singkat. Penny Farthing, sebutan untuk jenis sepeda ini, pun kemudian makin berkembang dan terkenal di daratan Eropa dan Amerika pada masa 1870-1880.
Kekurangan dari desain sepeda ini adalah faktor keselamatan, dimana pengendaranya duduk terlalu tinggi dan sulit untuk menghentikan sepeda secara mendadak. Kecelakaan yang sering terjadi adalah pengendara akan otomatis terlempar ke arah depan dan mendarat dengan kepala lebih dahulu—yang kemudian sering terjadi kasus patah leher.
Pada periode selanjutnya, pengembangan sepeda pun difokuskan pada keselamatan pengendaranya. Oleh karena itulah penggunaan roda depan yang besar pada sepeda penny dihilangkan dan dikembalikan ke ukuran semula: roda depan dan belakang memiliki ukuran yang sama. Dan masa inilah diperkenalkan penggunaan rantai yang menghubungkan pedal di bagian tengah sepeda dengan poros roda belakang.
John Kemp Starley—yang juga mendirikan pabrik sepeda pertama di Conventry—berhasil membuat desain yang jauh lebih modern, nyaman, dan aman. Hasil ciptaannya pada 1885—yang bernama The Rover Safety Bicycle—itu tidak hanya pada penggunaan rantai sehingga mengurangi ketidaknyamanan berpedal di roda depan, tetapi juga penemuan ban—sebagai bagian dari penyempurnaan lapisan karet sederhana—yang berisi angin oleh John Dunlop pada 1888. Dan sepeda pun kembali menjadi jauh lebih populer dengan faktor kenyamanan dan keselamatan yang lebih tinggi.
Inilah masa keemasan sepeda dimana banyak orang berkendaraan dengan tujuan kesenangan dan olahraga, sekaligus menjadi moda transportasi paling murah. Takheran jika pada 1880-1890 perkembangan penggunaan sepeda begitu meningkat tajam sekaligus mulai terbentuknya komunitas sepeda seperti League of American Wheelman (saat ini lebih dikenal dengan the League of American Bicyclists). Komunitas sepeda inilah yang kemudian melobi dan merancang jalan atau jalur bagi para pesepeda agar lebih nyaman berkendaraan jauh sebelum kendaraan-kendaraan mesin berkembang.
Sepeda sebagai Sarana Olahraga
Pada saat sepeda telah berkembang dengan begitu pesatnya, butuh waktu taklama bagi manusia untuk menunjukkan kekuatannya. Di sinilah sifat alami manusia untuk berkompetisi menunjukkan giginya. Dengan kendaraan bertenaga manusia, sepeda pun kemudian menemukan jati dirinya dan menjadi bagian dari sebuah kompetisi adu gengsi. Dan balap sepeda pun turut menjadi populer.
Balap sepeda pertama kali yang berhasil dicatat terjadi pada 31 Mei 1868 di Parc de Saint-Cloud, Paris. Jarak yang ditempuh pada saat itu adalah 1,2 km dan dimenangkan oleh James Moore, pebalap asal Inggris yang saat itu masih menggunakan sepeda kayu dan teknologi ball-bearing. Hingga kemudian, balap sepeda pun menjadi bagian dari ajang olimpiade yang digelar pada 1896 di Athena, Yunani.
Balap sepeda semakin jauh lebih populer sehingga dibangunlah beberapa stadion khusus untuk mereka di daratan Eropa maupun Amerika. Salah satunya yang terkenal adalah Madison Square Garden yang kemudian beritanya makin menyebar dengan adanya teknologi radio. Jarak lintasan balap pun juga semakin berkembang hingga kemudian dikenal dengan balap sepeda antarkota yang pertama kali diadakan antara kota Paris dan kota Roubaix, juga antara kota Liege dan kota Bastogne.
Sejarah pun mencatat tentang ajang balap sepeda legendaris Tour de France yang dimulai pada 1903, yang merupakan bagian dari promosi surat kabar Prancis, L’Auto. Kaos kuning yang disematkan pada pengendara yang memimpin ajang Tour de France sebenarnya dimaksudkan sebagai simbol kertas kuning surat kabar yang bersangkutan.
Kedigjayaan sepeda pun tidak hanya berkembang pada dunia balap semata, tetapi juga pembentukan pasukan militer. Telah tercatat bagaimana Perang Dunia I dan II melibatkan beberapa pasukan bersepeda dalam tiap-tiap pertempurannya. Bahkan, sastrawan Ernest Hemingway pun memasukkan pasukan bersepeda Jerman dalam karyanya, Farewell to Arms.
“Lihat, lihat!” teriak Aymo menunjuk ke arah jalan.
Di sepanjang jembatan batu, kami melihat helm-helm tentara Jerman bergerak. Pergerakannya begitu teratur dan enak dipandang. Setelah melewati jembatan itu, kami pun melihatnya. Mereka adalah pasukan bersepeda … dimana senjata-senjata mereka diletakkan pada batang-batang sepeda.
Pada saat ini, sepeda pun masih memegang peranan penting. Khususnya di negara berkembang, sepeda telah menjadi moda transportasi yang efisien dan pengangkut barang-barang untuk jarak tertentu. Bike messanger atau pesepeda pengantar pesan (dan paket) pun masih lebih efisien dan cepat untuk kota-kota besar semacam New York.
Perkembangan sepeda pun tidak berhenti begitu saja, tetapi terus berkembang dan semakin jauh lebih baik lagi. Tidak hanya penggunaan material yang lebih efisien, tetapi juga dari segi bobot yang semakin jauh lebih ringan. Penggunaan material seperti titanium dan serat karbon pun membuat sepeda tidak hanya lebih ringan tetapi juga lebih kuat. Begitu pula dengan beberapa penemuan seperti shifter dan derailleur yang memudahkan pengendaranya untuk jalur tanjakan ataupun jarak jauh. Dan jenis sepeda pun juga makin berkembang sehingga takaneh lagi kalau saat ini kita mengenal adanya sepeda gunung, road bike, sepeda hibrid, cruiser, sepeda tandem, dan lain-lain.[]
Banyak penguna sepeda MTB bingung atas nama komponen sepeda. Walaupun sudah mengenal komponen dalam istilah Indonesia, tetapi banyak komponen sepeda disebut dalam bahasa Inggris.
Gambar dibawah ini nama nama dari komponen sepeda dalam bahasa Inggris. Biar tidak membingungkan istilah spoke yang artinya jari jari sepeda, atau handlebar yang diartikan stang sepeda.



Informasi diatas memang tidak lengkap dan ada beberapa nama lain yang tidak disebutkan.
Beberapa komponen sepeda MTB belum disebutkan. Seperti komponen rem Disc Break, Cassette sama artinya seperti Sproket.



Nama asing Persamaan
Handlebar Stang sepeda
Grip Pegangan pada stang sepeda
Headset dan Stem
Headset :Tiang penahan bagian stang sepeda dari garpu sampai ke frame dan kemudi sepeda. Dibuat dalam 1 set. Stem : penghubung tiang garpu depan ke stang sepeda, dijepit dengan headset
V-brake Rem konvensional dengan karet, menjepit bagian velg untuk pengereman.
Disk Brake Mechanic Rem dengan rotor, mengunakan sistem kabel
Disk Brake Hydrolic Rem dengan tekanan oli, lebih nyaman dibandingkan rem Mekanik. Masuk kategori rem sepeda premium. Memiliki kelebihan lebih ringan ketika melakukan pengereman pada jari tangan. Butuh perawatan, kebutuhan minyak rem yang berbeda antara mineral oil dan DOT.
Rim Velg roda, dibagi antara velg biasa dan tubeless.
Hub Hub, gear, bagian tengah roda yang menyambung ke badan sepeda dan garpu depan. Dibagi QR dan TA, QR atau Quick Release sebagai standar lama. TA atau ThruAxle adalah hub model baru yang lebih kuat dan aman.
Spoke Jari jari sepeda
Rigid Fork Garpu depan tanpa pegas
Suspension Fork Garpu depan dengan pegas, memiliki sistem dari kombinasi Angin, Oli dan Per. Dibagi dengan Front suspension (garpu depan pegas) dan Rear Suspension Shock (pegas suspensi bagian belakang)
Ukuran panjang Fork atau garpu sepeda dibagi dalam beberapa kategori dan panjang. Dari 100mm, 120mm, 140mm, 160mm. Diatas 160mm mengunakan Double Crown untuk sepeda Downhill.
Crank Gigi depan terhubung ke pedal sepeda. Dibagi antara single ring, double ring dan triple ring.
Bottom Bracket Silinder untuk penahan gigi depan. Jenis bearing pada sepeda baru. Sepeda lama hanya mengunakan ball bearing yang menyatu dengan crank.
Chain Rantai sepeda
Tergantung ukuran dari 7 speed, 8, speed, dan 9 speed.
Terakhir dikembangkan 10 speed seperti shimano Dynasis.
Antara 9 speed dan 10 speed tidak kompatibel. Rantai dan komponen sudah berbeda.
Satu lagi terbaru dari SRAM dengan 11 speed, mengunakan 1 crank gigi depan dan 1 cassette gear dibelakang saja. Groupset 11 speed SRAM juga berbeda dengan 10 speed. Khususnya bagian HUB harus khusus dirancang 11 speed.
Seat post Batang atau tiang penahan sadel / tempat duduk sepeda. Seatpost biasa hanya diturun naiknya manual.
Adjustable
Seatpost mengunakan pegas, bisa diturun naikan dengan sebuah tuas atau di remote ke stang. Tujuannya untuk memudahkan penguna untuk menurun naikan seatpost lebih cepat. Tetapi relatif lebih berat dibanding seatpost statik
Saddle Sadel atau tempat duduk sepeda
Cassette / sprocket Gigi belakang sepeda, Dibuat berbeda beda antara 7-8 speed. 9 speed, 10 speed dan terakhir 11 speed. Jumlah speed adalah jumlah ring gigi yang ada.
FD / RD / Rear Mechanic
Alat pemindah gigi bagian belakang atau depan
Hanger Penghubung RD dan bagian frame sepeda. Berguna untuk mengantung RD dibagian gigi belakang. Hanger umumnya mudah patah, karena di disain untuk rusak bila terkena benda keras seperti batu. Beberapa disain sepeda tidak mengunakan pengaman Hanger.
Clampset Penahan seatpost, penjepit tiang bangku sepeda untuk menurun dan menaikan bangku.
Wheelset Roda sepeda termasuk bagian hub, velg dan jari jari. Biasanya dirancang menjadi satu unit dan dibuat oleh pabrikan. Wheelset memiliki keuntungan dengan disain lebih ringan, kelemahan bila rusak di hub atau penyok akan sulit diperbaiki. Karena harus menganti semua roda dalam satu unit.
Tube / Tire Ban luar
Inner Tube Ban dalam
Tubeless Ban sepeda tanpa ban dalam, hanya ban luar saja. Memerlukan Velg khusus untuk ban Tubeless. Velg atau RIM ban tubeless, tidak memiliki lubang jari jari, umumnya dibuat dari pabrikan langsung secara lengkap dalam bentuk roda.
Quick Release Kunci bagian roda, agar mudah di lepas pasang. Biasanya di singkat QR
 Rotor Besi cakram sepeda jenis disc brake. Dibagi dari ukuran 6, 7 dan 8 inch. Semakin besar ukuran Rotor akan semakin kuat rem mencengkram. Tetapi rotor besar umumnya berdampak panas berlebihan bila melakukan pengereman terlalu lama.
Presta atau Schrader
Jenis pentil ban sepeda, Presta ukuran kecil dan Schrader untuk ukuran besar seperti pentil motor
 Brake Pad
Kanvas Rem untuk rem jenis Disc Brake penjepit cakram 
Thru-axle Seperti Quick Release, tetapi berbentuk slot yang dimasukan di bagian garpu depan sepeda tipe True-Axle. Biasanya lebih handal dan lebih menjamin agar roda depan tidak mudah lepas.
Rim tape Pelindung ban dalam. Seperti pita yang dililitkan pada velg/rim sepeda. Melindungi bagian ban dalam agar tidak tersobek oleh lubang jari jari.
Rim Tape tidak dibutuhkan bila mengunakan velg atau RIM tipe tubeless.

Struktur sepeda gunung Full Suspensi


Struktur sepeda balap atau road bike



Sumber : http://www.goesbike.com
 
 Bike Anatomi
1. top tube, 2. sadle, 3. seatpost, 4. seatstay, 5. seatclam, 6. seattube, 7. cassete, 8. rear derailleur (rd), 9. chainstay, 10. chainring/crankset, 11. pedals, 12. downtube, 13. spoke, 14. rim, 15. hub, 16. front diskbrake, 17. tire, 18. fork, 19. headtube, 20. brake lever, 21. shifter, 22. handlebars & stem
Mau beli sepeda atau merakit sepeda….. 
Nah sekarang ini berbeda, kebanyakan penguna sepeda bukan lagi anak anak, tetapi orang dewasa. Kekuatan stamina disaat sekarang tentu berbeda. Buat pemula jangan pusing mikir sepeda, beli saja yang biasa. Kalau sudah niat untuk jangka panjang baru rakit. Tentu ada resiko buang uang diawal lebih besar, karena bisa saja dalam 1 atau 2 bulan lagi , sepeda yang dibeli harus dibuang karena terlalu berat.

Harga sepeda ditentukan dari komponen seperti ketahanan, kelancaran dan keringanan. Semakin ringan sebuah sepeda akan memiliki harganya meningkat dan lebih mahal. Sebuah sepeda dengan berat 14 kg akan mencapai 4 juta, menganti komponen lebih bagus tetapi hanya merubah berat sampai 0.5kg saja dapat mencapai 5-6 juta. Menurunkan bobot sepeda sampai angka 10 Kg akan membengkak, mencapai 10 juta keatas.

Untuk tip yang satu ini ada 2 penentuan untuk memiliki sepeda baru.

aran untuk pemula, dan kepengen punya sepeda tapi bukan tujuan serius ,eit sebelumnya sebaiknya kita lebih dulu apa saja sih Anatomi Sepeda…
Buat Bro, teknologi sepeda sekarang sudah berbeda dibanding 20 tahun lalu. Kalau dahulu, membeli sepeda tidak perlu pusing gonta ganti asesoris. Begitu beli urusannya engak bakalan dibongkar lagi. 
 Artinya punya sepeda asal ikut saja, tanpa mikir yang serius buat olah raga seperti untuk meningkatkan stamina. Sepeda cuma dijadikan sarana olah raga agar lebih sehat lah.
Untuk awal, boleh dipikirkan budget, seperti berapa dana yang dimiliki. Misalnya 1 sampai 4 juta. Beli sepeda lengkap lebih mudah buat mereka yang mau serius memiliki sepeda baru. Tetapi semakin murah sebuah sepeda akan semakin berat loh. Positifnya, tidak memerlukan waktu untuk memulai olahraga. Kendalanya, dengan sepeda murah dan berat, maka jarak tempuh umumnya tidak terlalu jauh.

Untuk sepeda 1 juta-an tipe sepeda MTB cukup lumayan, bisa jalan tapi belum tentu bisa ngebut. Alasannya karena sepeda 1 juta itu berat, sekitar 14 – 16Kg bahkan lebih. Kalau sekedar genjot jarak dekat, it’s ok lah. Tapi jarak jauh dan berat badan lebih, boleh dipikirkan untuk tidak mengambil sepeda murah. Karena anda pasti akan capai sendiri, dan bakalan ketinggalan kalau lagi jalan bareng bersama teman. Biasanya setiap group biker akan menempuh jarak diatas 10-20km pada hari minggu, bisa dibayangkan jika anda harus berkendaraan sepeda dengan berat 17kg, 1 jam lamanya. Belum lagi banyaknya tanjakan, bisa bisa anda akan langganan keram kaki ..

Budget 2 juta, sebenarnya tidak berbeda dengan budget 1 juta. Tetapi beberapa komponen sepeda bisa yang didapat lebih ringan atau kemampuannya lebih bagus dibanding 1 juta. Dampaknya, yah lebih ngacir sedikit. Sayangnya berat tidak banyak berubah karena komponen yang digunakan terkadang di campur antara kualitas lebih baik dengan biasa. Kisaran berat masih di 14 sampai 16 Kg untuk sepeda budget 2 juta. Komponen yang digunakan umumnya kelas 3 atau kelas 4. Udah lumayan lancar dan bagus, ditambah lebih enak dipakai. Tetapi tidak akan berbeda dari sepeda dengan harga 4 jutaan.
Buat yang punya uang 4 jutaan, nah ini bisa mendapat sepeda lumayan bagus. Bukan bagus sekali, tetapi ok ngebut. Berat akan berada dikisaran 14Kg tetapi tidak lebih dari 15Kg. Karena lebih mahal maka komponen yang digunakan lebih ringan dari sepedabiasa.
Peringatan bagi yang ingin menambah atau menganti komponen dari sepeda murah. Sebaiknya hal ini dihindari, karena memiliki sepeda ringan memerlukan perubahan sangat besar, serta tidak berdampak besar ketika melakukan upgrade pada sebagian kecil dari komponen sepeda.

Saran untuk yang serius, berani mengunakan komponen berkualitas agar mendapat sepeda ringan?
Bila ingin sepeda yang bagus, atau lebih ringan. Percayalah, dana yang disiapkan tidak kurang dari 8 jutaan. Saya sudah mengutak utik harga komponen, ternyata dengan 8 juta tersebut baru menekan berat sepeda dikisaran 11-12 Kg.
Alasan mahal, karena anda dapat memilih komponen khusus atau merubah dari kelas 3 dan 2 sampai kualitas kelas 1 yang lebih ringan. Kenapa berbeda didalam kelasnya, selain lebih kuat, nyaman, umumnya lebih mahal maka lebih ringan.

Dengan budget 8 juta keatas, anda dapat rakit sesuai keinginan, seperti rem diganti dengan disc break (konon lebih pakem), atau crank set / gear depan dapat mengunakan komponen lebih ringan. Atau hub (penghubung ban ke garpu sepeda) akan berbeda sampai 1 juta sepasang. Bedanya, ketika digunakan, komponen mahal lebih ngacir atau lebih lancar lah walaupun berat mungkin hanya berbeda 100-400g saja.
Dengan merakit maka anda dapat memilih dan menimbang berat dari tiap komponen yang anda gunakan. Dengan budget 8 juta, diharapkan sepeda anda akan memiliki berat tidak lebih dari 12 Kg. Lebih ringan dibanding membeli sepeda yang sudah jadi, sayangnya butuh pengetahuan dan waktu untuk berburu untuk mendapatkan satu demi satu komponen.

Bagaimana membedakan antara sepeda ringan dan berat. Mudah saja, beli saja air mineral 4 botol ukuran 1 liter sehingga sepeda lebih berat 4Kg. Nah coba gantung di sepeda lalu keliling komplek. Lalu bandingkan dengan melepas 4 botol air mineral, nah disitu perbedaan antara sepeda ringan dan berat. Selisih 4kg, memang bukan barang murah untuk sebuah sepeda.

Tetapi perlu diingatkan, pastikan dahulu anda memiliki dana yang cukup. Mau dilebihkan 1-2 jutaan, tidak akan berdampak banyak merubah komponen sepeda. Misalnya :
Hub sepeda MTB saja akan berbeda 1 juta.
Merubah frame set atau rangka sepeda juga 1 juta dengan bobot lebih ringan 0.5 – 1kg.
Merubah group-set biar lebih keren dan berkualitas akan mencapai 1-2 juta , tetapi perubahan bobot dari group set hanya berbeda 0.5Kg.

Total perubahan dana 3 -5 juta akan merubah berat sepeda sampai 1-2.5 Kg.

Urutan untuk merakit sepeda dengan analisa beban komponen

Paling penting adalah Frame set atau rangka sepeda, umumnya mengunakan bahan aluminium yang lebih ringan dibanding bahan besi. Tetapi jangan salah , setiap komponen frame set berbeda beda beratnya. Kalau ada sebuah frame set yang dijual seharga 600 ribu, maka yang lebih ringan akan berada diatas 1.5 juta. Semakin ringan untuk frame set MTB akan semakin mahal. Diatas itu masih ada lagi, seperti mengunakan bahan Carbon atau Fibre / serat. yang ini sepertinya akan memakan budget sampai 15 juta keatas.
Group set, ini menjadi bagian kedua paling penting. Group set adalah komponen dari sepeda seperti gear depan, belakang, perseneling dan rem. Semakin ringan semakin gila harganya. Urusan harga akan berbeda dari kekuatan, kenyamanan dan keringanan bahan. Dari kelas 3 ke kelas 2, secara total akan mencapai selisih 2-3 juta. Dibandingkan kelas 1 akan mencapai 3-5 juta. Jangan heran bila membeli sebuah crank set atau gigi depan akan berbeda 1 juta, walaupun perbedaan berat hanya 0.5kg tetapi memiliki daya tahan dan kenyamanan dan keringanan lebih baik.

Urusan garpu sepeda, nah ini paling gila. Sebuah garpu sepeda MTB dengan peredam kecut mengunakan 2 jenis komponen seperti per dan oli. Jenis ini sekitar 300-600 ribuan, berat mencapai 1.5kg. Mau lebih ringan lagi, bisa mencapai 1.5 juta dengan mengunakan peredam angin. Dengan garpu sepeda jenis tekanan angin, maka berat sepeda akan berkurang hampir 1kg lagi. Sayang harganya juga lebih mahal dibanding garpu dengan komponen mix.

Urusan ban, ini salah satu komponen. Semakin mahal semakin ringan, alasannya ban sepeda sekarang mengunakan komponen lebih tipis untuk dibuat lebih ringan, tetapi tidak melepas kekuatan. Spesifikasi ban yang baik dapat dilihat di Michelin atau di Performancebike

Ban sepeda memiliki 4 komponen yaitu Ban bagian paling luar, velg atau rim, jeruji sepeda dan hub sebagai penghubung jeruji ke velg ban dan kerangka sepeda.Bila budget mepet, perhatikan dan memfokus pada komponen paling berat. Ada cara lain dengan menekan harga sepeda. Hal utama dalam komponen sepeda rakitan adalah pemilik ingin sepedanya lebih ringan dibanding sepeda lain, Sayang budget yang tidak kecil merakit sepeda ringan.

Ada trik untuk merubah angka belanja sepeda baru anda. Gunakan komponen berkualitas 3 atau 2. Lalu memfokus pada komponen paling berat.

Frame / rangka sepeda dan fork / garpu sepeda menjadi komponen paling berat bisa diutamakan. Kedua komponen ini harus di prioritaskan karena beban sepeda dapat dirubah sampai 1-2Kg.

Trik kedua, adalah dari hub sampai ban. Kedua komponen ini menjamin lancarnya sebuah sepeda.

Trik ketiga dengan group set, atau perlengkapan pengerak seperti gear depan belakang, dan rem. Crank set atau gear depan umumnya memiliki bobot lebih berat dan perlu dikecilkan..

Perubahan frame dan fork akan menghemat berat sampai 1.5 Kg, sementara perubahan frame dan fork akan menyita dana 2 juta.
Menganti hub dan ban yang lebih ringan, akan merubah berat sepeda sampai 0.5kg, dengan tambahan budget 1-1.5 juta.

Total akan ada perubahan 2 – 2.5kg, kelihatan memang kecil tetapi akan ada perubahan dengan bobot sepeda menjadi lebih ringan.

Memilih merakit atau membeli sepeda lengkap ?

Hal ini susah untuk diberikan pendapat. Yang penting, berapa budget yang anda miliki. 1 juta, 2 juta atau 15 juta.

Harga sepeda memiliki gambaran seperti kurva, semakin ringan maka harga akan berlipat naik. Misalnya anda ingin memiliki sepeda jenis MTB dengan berat 16kg akan berada diharga 1-2 juta, turun ke 14kg akan mencapai 4-6 juta. Sisanya adalah kualitas komponen berkualitas akan mencapai 8 juta. Berpindah ke komponen tertinggi dibutuhkan dana tidak kurang dari 10 juta. Komponen berkualitas dan ringan akan memakan budget diatas 12 juta.
Ini benar benar gila, salah membeli komponen akan membuang uang saja. Membeli komponen mahal, wah dananya harus dipikir jauh jauh.

Semua itu. pasti ada bedanya..mahal, murahnya sepeda bukan berarti yang mahal lebih jago atau lebih mumpuni,tapi yang membedakan adalah dengkulnya men…..
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 22 TAHUN 2009
TENTANG
LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

Pasal 25


(1)  Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan Jalan berupa:

a.
b.
c.
...
g. fasilitas untuk sepeda, Pejalan Kaki, dan penyandang cacat;


Pasal 45


(1) Fasilitas pendukung penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan meliputi:

a.
b. lajur sepeda;

Pasal 62


(1)  Pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda.
(2)  Pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

Pasal 106


(1) ......
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda.

Paragraf 8
Kendaraan Tidak Bermotor

Pasal 122


(1) Pengendara Kendaraan Tidak Bermotor dilarang:
dengan sengaja membiarkan kendaraannya ditarik oleh Kendaraan Bermotor dengan kecepatan yang dapat membahayakan keselamatan;
mengangkut atau menarik benda yang dapat merintangi atau membahayakan Pengguna Jalan lain; dan/atau
menggunakan jalur jalan Kendaraan Bermotor jika telah disediakan jalur jalan khusus bagi Kendaraan Tidak Bermotor.


(2) Pesepeda dilarang membawa Penumpang, kecuali jika sepeda tersebut telah dilengkapi dengan tempat Penumpang.


Pasal 123


Pesepeda tunarungu harus menggunakan tanda pengenal yang ditempatkan pada bagian depan dan belakang sepedanya.

Pasal 284


Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pasal 310

(1)      Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan
Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau
barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2),
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam)
bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00
(satu juta rupiah).

(2)      Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan
Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan
Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana
penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).

(3)      Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan
Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta
rupiah).

(4)      Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00
(dua belas juta rupiah).

Pasal 311

(1)      Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan
Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang
membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan
pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda
paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
(2)      Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan
kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), pelaku dipidana
dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau
denda paling banyak Rp4.000.000,00 (empat juta
rupiah).
(3)      Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan
korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau
barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3),
pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 4
(empat) tahun atau denda paling banyak Rp8.000.000,00
(delapan juta rupiah).
(4)      Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan
korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal
229 ayat (4), pelaku dipidana dengan pidana penjara
paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling
banyak Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).
(5)      Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku
dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua
belas) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00
(dua puluh empat juta rupiah).

Pasal 312

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang
terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak
menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan,
atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada
Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan
huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana
penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak
Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).